Kemarin
Ok
Luka lama seringkali nampak dalam pikiran
Menggertak, menertawakan dan mengingatkan pada kejadian tak ingin kutemukan dan lakukan
Yeah
Sayang,
berjuta juta air mata yang pernah menetes membasahi pipi
Kusadari itu sudah berlalu dan terjadi Tak ingin terulang lagi hadirmu di sisi Yang membuat aku berani berasumsi Bahwa kaulah bukan satu satunya yang terbaik di dunia ini
Yang bisa memberikanku sosok kehidupan yang belum pernah aku rasakan
Kucoba genggam pena dan ingin segera menulis
Biarkan kertas ini jadi saksi bisu
Kau pernah hadir bersama pria berengsek itu
Aku tak tahu, bagaimana cara membunuhmu
Mungkin dengan pisau ini itu cara mudah kutak lagi melihat wajahmu
Tapi biarlah selama ku masih hidup Aku juga banyak berbuat salah dan sering disalahkan
Kadang pada kenyataan tertentu kebencian menjadi suatu alasan untuk balas dendam dan mungkin benar itu yang jadi sebab dan sebuah tujuab,
Kutak membela agar kau bisa hidup lebih lama
Karna tetap tak mungkin suatu saat kita kan bahagia
Dan juga tidak pernah lupa pada doa Kepada siapa lagi jika bukan pada Sang Kuasa.
Aku ini hanyalah orang lengah
Di atas kepalsuan yang telah lama kau lakukan
Yeah aku hanya berlari dengan sepatu yang sudah terlepas
Meski aku sekarang sudah berdarah darah
Apa mau dikata aku tak boleh menghentikan langkah
Tujuanku tak tentu arah
karna sekarang di pikiranku hanya ingin pergi bebas
Tak ada ikatan tak ada lagi janji suci Dari lubuk sanubari terdalam aku benci
Kau membohongiku, kau mempermainkanku, dan sekarang kau menyesal sudah membodohiku
Ini cara lama hanya untuk memulai dan membuat lembaran baru
Karna kemarin sudah berlalu dan esok tak perlu lagi kutunggu
Yeah
Aku adalah orang lengah di atas kepalsuan
Maka dari itu perjuangkanlah, jangan menyerah
Ternyata kau belum berubah
Maklum ini hanya imajinasi Membayangkan kau mati saat ini
Interogasi sudah dimulai
Membuat ekspresiku tak santai Begitupun dengan pertanyaan polisi sudah mengatur strategi
Atur lagi siasat yang lebih mutu dan jitu, ia mengarah ke psikologi
Yeah kujelaskan langsung karna ini masalah sepele apalagi aku orang yang tak suka bertele tele
Kejahatan dilakukan karna ada kesempatan, memangnya apalagi
Dia berani bermain api di belakangku jelas dia pantas mendapatkan
Kegundahan yang kualami selami ini telah terbalaskan
Dua orang jadi korban
Dua orang jadi bangsat sialan
Tapi aku tidak menyesal
Oh Tuhan aku menyesal!
Maafkan aku, Andai bisa kuputar waktu dan memberikan yang terbaik untukmu
Semata mata untukmu, Maaf sayang
disini buruk, gelap dan lembab...
Aku sulit memandang kehidupan orang lain dan tidak lagi.
Juga kuharap kau tenang di sana Kuharap kau tenang di sana Jelaskanlah padaku tentang keadaan di sana
Ah sial,
Aku adalah orang lengah di atas kepalsuan
Maka dari itu perjuangkanlah, jangan menyerah
Ternyata kau belum berubah
Maklum ini hanya imajinasi Membayangkan kau mati saat ini.
0 Response to "Kemarin"
Posting Komentar