Sandiwara

Ada beberapa hal yang sedikit kutahu
Sejak kau memuji karya karyaku
Miskin Validasi dan pengakuan hingga kau mencoba cari perhatian
Aku bukan atasan sekadar orang yang cuma berjalan
Di rumitnya hidup menuju batu nisan
Untuk memastikan
Tidak ada jejak jejak yang tersesat dan tertinggal
Jika tidak begitu fundamental pun takkan pernah kukenal
Mulut manis menelan ludah hasut dengki di belakang ia terus merangkai fitnah
Sandiwara macam orang berlaga di depan sutradara
Provokator dia tak pantas jadi pemeran utama
Ia hanya pandai membeli yang sudah jadi
Tidak menoleh ke belakang ada apa sebelum dapat apresiasi
Mau yang instan-instan? Beli saja Indomie
Tapi kau takkan pernah tahu rasanya jadi penyanyi yang memproduksi lagu untuk dinikmati dan bukan untuk cari cari kontroversi
Tapi hari tetap akan kunikmati senda gurau kau ibarat proyektor yang menampilkan aksi parodi

Lantunan simponi yang indah
Tergoda masalah
Mungkin benar apa kata pepatah, "Ular berkepala dua!"

Jujur kadang stagnan itu pasti datang
Di Setiap kondisi memaksa untuk menghadang
Mulut dilatih untuk semakin tajam tapi percuma,
cuma guna di belakang
Sandiwara macam kelinci dalam kandang
Berlari memutar menarik perhatian agar semakin disayang
Porsinya sedikit jangan terlalu lebai
Kalo kau tak kuat silakan melambai
Haha
Yeah,
Aku kira tidak ada yang sempurna,
Yang ada sejenis orang kuat dan lemah
Yang kuat Berusaha dan terus menerus hingga kaki terpeleset tetap melangkah meski melawan arus
Dan lemah menangis mengiba meminta hak orang lain karna terlihat menarik dan sempurna
Sudahlah aku juga tak lebih baik dari kalian semua
Aku hanya sekadar mencoba tetap berada di jalur seni agar sisa umur kuhabiskan untuk tetap berkarya

Lantunan simponi yang indah
Tergoda masalah
Mungkin benar apa kata pepatah, "Ular berkepala dua!"
2x




Gambar via peperonity.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sandiwara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel